08 April 2020


Syukur Al-Hamdulillah, Kita ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang dianugerahkannya kepada kita, terutama nikmat kesehatan sehingga kita masih dapat melaksanakan tugas-tugas kita sebagai abdi negara.

Shalawat dan Salam kita persembahkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, yang selalu kita jadikan Uswatun hasanah dalam menapaki kehidupan ini.

Kalau kita merujuk kepada Al-Qur'an Al-Karim ada dua perintah Allah SWT yang merujuk kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perintah pertama dengan jelas disebut Allah SWT pada surah Al-'Alaq ayat 1 , "Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang menciptakan. Ayat ini dengan jelas memerintahkan umat lslam untuk membaca baik itu ayat-ayat Qauliyah maupun ayat Kauniyah. Dengan membaca, kita akan menyadari akan kebesaran Allah. Dengan membaca pula kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menggunakannya untuk kehidupan kita.

Perintah membaca ini telah menghantarkan umat lslam masa lalu mencapai kejayaannya. Lahirnya ilmuwan muslim seperti Ibn Sina, Al-Farabi, Al-Khawarizmi, lbn Rusyd, lbn Khaldun dan sederetan nama lainnya adalah buah dari literasi yang sangat berkembang di dunia Islam.

Perintah kedua seperti yang terdapat pada surah Al-Qalam ayat 1-3. 'Nun dan demi Pena dan Apa yang mereka tuliskan". Pada ayat ini kendati tidak diungkap dengan kalimat perintah namun kita bisa memahami secara tersirat, Allah, memerintahkan kepada kita untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Kita disuruh Allah untuk mengkomunikasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas agar semua orang tercerahkan.

Adapun cara menyebarkan ilmu pengetahuan adalah dengan menuliskannya, kemudian menerbitkannya sehingga bisa di baca siapa saja. Tradisi menulis ini telah melahirkan budaya tulis yang cukup kaya, dunia lslam masa lalu. Buahnya adalah kita meyakinkan ada banyak karya ulama, bukan hanya dalam bidang ilmu-ilmu keagamaan seperti Tafsir, Syarah Hadis, Fikih, Kalam, Tasawuf tetapi juga dalam bidang ilmu umum. Karya lbn Sina Al-Thib atau juga karya lbn Khaldun yang berjudul Muqaddimah, adalah bukti tumbuhnya budaya tulis itu.

Kehadiran Buku TGS. Prof. Dr. K.H. Saidurrahman, M.Ag : Memimpin UINSU Medan menuju Universitas Kelas Dunia 2045, harus diletakkan dalam dua tradisi klasik lslam di atas, yang sampai detik ini masih terpelihara dengan cukup baik, terutama di kampus-kampus Perguruan Tinggi Keagamaan lslam Negeri (PTKIN) dan kampus'kampus lainnya.

Tumbuhnya tradisi baca dan tulis yang sangat tinggi ini -terlihat dari banyaknya artikel yang terbit di jurnal bereputasi internasional dan buku-buku ilmiah- menjadikan PTKIN berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan PTN lainnya. Oleh sebab itu, Saya tidak ragu, keinginan
beberapa UlN, termasuk UINSU Medan untuk menjadi World Class University (Universitas Kelas Dunia), akan terwujud paling tidak pada tahun 2045 -100 tahun Indonesia Emas- seperti yang diisyaratkan oleh buku ini.

Adapun yang membuat buku ini menarik dan saya memberikan apresiasi yang tinggi,
karena buku ini merekam dengan lengkap apa yang telah dikerjakan selama satu priode Kepemimpinan TGS. Prof. Dr. K.H. Saidurrahman, M. Ag sebagai Rektor UINSU Medan 2016-2020.

Merekam dan mencatat kinerja, prestasi dan capaian-capaian bagi sebuah lembaga terlebih-lebih lembaga pendidikan tinggi sangat penting. Dikatakan penting, lewat buku semuanya berdokumentasi dengan baik. Jika satu masa diperlukan, menjadi lebih mudah untuk merujuknya. Namun lebih dari itu, dan ini yang terpenting, buku ini dapat dijadikan cermin bagi siapa saja, lebih-lebih bagi warga kampus UINSU Medan.

Melalui buku ini civitas akademika UINSU Medan dapat melihat dirinya dengan jujur dan objektif, apa yang telah dicapai dan apa yang belum selesai. Lewat buku ini, kita menjadi paham dimana kekuatan UINSU Medan dimana kelemahan, kelebihan dan dimana pula kekurangan-kekuranganya yang perlu diperbaiki.


Akhirnya, saya percaya buku ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi pijakan bagi
UINSU Medan untuk melakukan akselarasi dalam rangka pencapaian Visi besarnya menjadi WCU (Universitas Kelas Dunia) pada tahun 2045. Mimpi ini tidak akan tercapai tanpa adanya kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari seluruh Civitas Akademika UINSU Medan.

Demikian sambutan ini saya sampaikan dan atas perhatiannya saya ucapkan, Terimakasih.

share to whatsapp
Mulai Februari 2019 | Meja Inspirasi