01 February 2020



Medan, Sumatera Utara. Saat ini sedang merindukan wajah Walikota Baru dalam kancah periode kepemimpinan. Para penggiat politik dan partai mulai meng-input Fit and proper test bakal calon Walikota Medan. Yang menarik saat ini adalah hadirnya nama dan sosok pemuda berlatarbelakang putra Sumatera Utara, keluarga terhormat dan garis keras ningrat. Iya... Tidak asing lagi, Bobby Afif Nasution yang biasa dipanggil Bobby Nasution.

Sebelum kita menelaahnya, sedikit kita mengupas karir Bobby Nasution. Memasuki usia kuliah, Bobby Nasution mengawali usahanya di dunia properti. Ia pun bergabung dengan perusahaan Takke Group. Namanya tersohor setelah menjadi menantu Presiden Joko Widodo. Bobby Nasution Sempat jadi pembicaraan publik setelah meminang Kahiyang Ayu, putri kedua Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Mereka resmi menikah pada 8 November 2017.

Begitu jelas saat ini pergerakan yang dilakukan oleh Bobby Nasution beserta timnya dalam bersosialisasi kepada masyarakat, tokoh muda, pengusaha dll. Gaya seperti ini bertajukkan Do'a restu & kolaborasi.

Sebelum memasuki pembahasan ada baiknya kita memahami dulu apa itu Politik Oligarki? Di dalam teori Thomas Aquinas, istilah oligarki dapat disimpulkan berupa kekuasaan kelompok kecil sedangkan dalam oligarki penguasa negara menindas rakyatnya melalui represi ekonomi. Penguasa oligarki adalah orang-orang yang memiliki harta kekayaan yang melimpah.

Menurut seorang profesor dari Northwestern University, Jefrey A. Winters mengubah konsep dan pemahaman oligarki. "oligarki dibedakan menjadi dua dimensi. Dimensi pertama, oligarki mempunyai suatu dasar kekuasaan serta kekayaan material yang sangat sulit untuk dipecah dan juga diseimbangkan.

Sedangkan dimensi kedua menjelaskan bahwa oligarki mempunyai suatu jangkauan kekuasaan yang cukup luas dan sistemik, meskipun mempunyai status minoritas di dalam sebuah komunitas"

Kembali kita bincangkan saudara Bobby Nasution yang hari ini gempar beritanya mencalonkan Walikota Medan. Latarbelakang yang dimilikinya itu mumpuni  untuk diusung menjadi Walikota Medan. Kepalang tanggung, selain pengusaha, asli putra Sumatera Utara ditambah lagi menantu dari orang nomor 1 di Indonesia alias Menantu Presiden RI Bapak Jokowidodo.

Bagi sebagian pengamat politik di kota Medan menganggap wajar ketika Bobby Nasution ingin maju menjadi Walikota Medan. Batapa tidak, semua orang akan memiliki hasrat atau keinginan yang sama jika segala syarat dan prasarana (sesuai kebutuhan politik) yang cukup, maka ia akan memberanikan dirinya untuk mencalon sebagai Walikota Medan.

Disisi lain, sebagian penggiat politik menganggap kehadiran saudara Bobby Nasution dalam hajatannya ini merupakan oligarki. Wajar saja anggapan tersebut ada sebab mereka meyakini bahwa keberaniannya itu bukan berdasarkan kemampuannya pada bidang politik ia hanya pengusaha muda dan keluarga RI 1.

Bagi saya ini semua karena kebetulan alias aji mumpung. Sebagai orang Sumut, justru bisa bangga karena saudara Bobby Nasution selain pengusaha ia juga mampu memikat hati putri Presiden Jokowi sampai-sampai Kahiyang jatuh cinta dan mengejar-ngejar cintanya kepada Bobby Nasution hingga saat ini mereka bersatu. 

Jika saat ini Bobby Nasution berhajat ingin terjun ke dunia politik lagi-lagi saya menganggap ini merupakan pilihan yang tepat. Tokoh muda, kaya dan merupakan keluarga terhormat. Ada satu hal yang menarik, ia belum pernah masuk partai politik artinya iya belum tercederai oleh kepentingan politik.

Hidup di zaman Milenial ini tentunya cara pandang dalam menentukan sosok figuran calon Walikota Medan yang akan dipilih nantinya tentu yang tidak pernah meninggalkan bias kesalahannya dari suatu jabatan pemerintah atau jabatan di partai politik. Sebab kita akan malu apabila terulang kembali kisah para Walikota Medan yang terjerat pada kejahatan hukum.

Dengan dorongan serta dukungan dari berbagai pihak saya ucapkan Selamat & Semoga Sukses kepada Saudara Bobby Nasution atas keberaniannya untuk maju mencalon Walikota Medan. Begitu juga bagi tokoh Medan Sumatera Utara yang kiranya memiliki hajat menjadi Walikota Medan, saya ucapkan selamat berjuang di medan politik. Jika menang, Insya  Allah... Amanah.

Al Faury,
di Meja Inspirasi
share to whatsapp
Mulai Februari 2019 | Meja Inspirasi